Sungguh..apalagi yang lebih indah selain diangkat derajat dan didekatkan di sisi Rabbuna..

1 note | Posted Sep 14, 14

"Don’t think of the trials in your life (‘balaa’) as just a ‘test’ in the human form. Allah is not like a professor who hands you a test, moves away and just watches from afar to see how you’ll do. Allah is our murabee—the One who raises us with more mercy than a mother raises a child. The Prophet (pbuh) tells us that when Allah wills good for someone, he sends them ‘balaa’ (trials or tests). When Allah wills good for us, He purifies us. That is why each person is tested in what they love most. In other words our greatest possible ‘competitor’ in our love for God is what is withheld or must be sacrificed. This is the purification process because it cures the heart of competitors. Why was Prophet Ibrahim (AS) asked to slaughter the most beloved thing to him? Did Allah actually want him to *kill* his son? No. He didn’t kill his son. He killed the attachment. By being willing to sacrifice what he loved most, he had slaughtered any possible competing love. Allah was raising him, purifying him and elevating him. Allah tell us, “By no means shall you attain righteousness unless you give (freely) of that which you love.” (3:92)"

439 notes | Posted Sep 14, 14

Membaca, ngaji, terua belajar. Untuk akhirat. Bismillah. Rabbi yassir walaa tuassir.

Posted Aug 31, 14

KH. Hasan Abdullah Sahal:

1. Kaya itu penting, tapi jangan yang penting kaya; yang penting kaya bisa menghalalkan segala cara. Maka kalau bisa orang itu kaya dan sehat. Sehat itu penting, krn maksiat saja perlu sehat, apalagi ketaatan dan kebaikan perlu kesehatan. Berusahalah jadi orang kuat.

2. Hidup itu nikmat dan indah, maka nikmatilah keindahan hidup. Yang membuat tdk nikmat itu manusianya. Allah sdh menjadikan semuanya indah di dunia ini. “Dia-lah yang membuat indah segala sesuatu yang Dia ciptakan.” (Qs. [32]: 7)

3. Keindahan dan kenikmatan bagi seorang guru yaitu murid; bagi suami adlh istri; bagi orang tua adlh anak; bagi pemimpin adlh rakyat, dst. Ini surga kita: guru pny murid, murid pny guru, itu surga. Bayangkan murid tdk pny guru, atau guru tdk pny murid. Dokter tdk pny pasien, pasien tdk pny dokter.

4. Guru bkn sekedar mengajar ilmu, tapi jg mengajar kehidupan. Kiai yg bener itu ada di pondok 24 jam, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan, dst; pesantren tdk boleh jadi sambilan, mendidik dan mengajar tdk boleh hanya sambilan. Harus totalitas; tenaga, pikiran, hati, dan keikhlasan.

5. Kita syukuri kenikmatan ini, dan kita nikmati kesyukuran ini. Jangan sampe kenikmatan kita disyukuri orang lain, atau kesyukuran kita orang lain yg menikmati. Ramadhan dan Idul Fitri, itu kesyukuran dan kenikmatan kita, jangan sampe malah orang2 nasrani, yahudi, kapitalis, komunis, dll yg menikmati.

6. Memberi sedekah saat2 sulit itu bagus, mulia. Memberi sedekah saat lapang itu biasa. Ingat hadis Rasul: “juhdul muqill”, kerja kerasnya orang yg serba terbatas; maka keterbatasan diri tdk boleh membuat orang tdk berbuat kebaikan.

7. Maka, jangan sampe jadi manusia yg tdk pny prestasi. Berprestasilah, dan harus pny keunggulan. Berprestasilah dlm kebaikan, kemakrufan dan kebenaran.

8. Di pondok ini semangatnya adalah kebersamaan utk memberi, bukan kebersamaan utk bagi-bagi. Ingat, dlm berjuang dan berjihad jgn berpikir dapat apa, berapa, itu sampah2 perjuangan.

9. Di pondok ini kita tanamkan bom, yaitu BOM SPIRITUAL, bukan bom kimiawi. Kita didik santri2 ini menjadi bom spiritual, utk mengebom sesuatu yg tdk benar, kemungkaran dan kemunduran. Anak-anakku akan berjuang di seluruh antero DUNIA untuk meledakkan “bom-bom” spiritual. Ikhlaskanlah!!!!!!!
S.T.I.R (Sabar, Tawakal,
Ikhlas, Ridho) untuk JIHAD ini.

10. Tiap orang pny aib, tiap lembaga pny kekurangan. Boleh membaca aib orang, tapi
jangan membacakannya. Bedakan antara membaca dan membacakan. Suasana sekarang ini semrawut, krn saling membacakan aib orang lain.

11. Ulama yg mempertahankan harga diri dan meninggalkan persatuan umat, menjauhi ukhuwah Islamiyah, tdk usaha diikuti, itu ulama palsu. Umat ditinggalkan ulama itu pahit, tapi lbh pahit lg klo ulama ditinggalkan
umat.

Posted Aug 31, 14

Get ready for get beyond our dream by tawaqaltu’alAllah. Alhamdulillah.

Posted Aug 10, 14

Posted Jul 29, 14

Dreaming to enjoying sunset in nabawi mosque….

Posted Jul 29, 14

Merawat Kota dengan Keadilan

Seorang gubernur menulis surat kepada Khalifah Umar bib Abdul Aziz. Isi suratnya adalah, “Amma ba’du, sesungguhnya kota kita telah hancur. Jika Amirul Mukminin berpendapat untuk mengucurkan dana untuk membangun kembali, maka itu lebih baik.”
Umar membalas surat itu. Isinya adalah, “Amma ba’du, aku memahami maksud suratmu. Kamu tidaklah mengatakan di sana bahwa kotamu telah roboh. Jika kamu telah membaca surat ini, maka jagalah kotamu dengan berbuat adil. Bersihkan jalan-jalan kota dari perbuatan zhalim. Dengan berbuat begitu, kota itu akan bangkit kembali.”

Al-Ashbahani, Hilyah Al-Auliya’ (5/305)

Posted Jul 20, 14 #kota #islam #urban planing #urban

Kadang aku sedih nak..jika kau ternyata lebih mencintai dan mengkhwatirkan nilai akhir dan IPmu, lalu melupakan masa kita menghabiskan 1 semester bersama, saat kita belajar melewati fase yang disebut proses. Melihat kalian yang tidak bisa tapi tidak mau menyerah sungguh seperti menikmati coklat hangat di sore yang hujan, menghangatkan. Lalu mengamati kalian yang membesarkan hati karena sedih meski sudah berusaha tapi tetap pas2an adalah momen penting dalam hidup yang membuatku betapa bersyukur menjadi guru kalian.
Maaf dan terima kasih nak, setelah ini ibuk akan terus belajar jadi lebih baik.

Aishasadja.

Posted Jul 15, 14

"

Everyday Allah thinks about you

Every hour Allah looks after you

Every minute Allah cares about you

Because every second Allah loves you.

"
(via al—khansaa)

(Source: majda-farha, via ilm-seeker)

41 notes | Posted Jun 27, 14

Kadang, untuk sampai di kerendahan hati kita harus sampai di puncak-puncak prestasi, sebab menyadari semakin kita mencari semakin terasa sedikit telah mengetahui. Kadang untuk sampai di kekayaan jiwa, kita harus sampai pada kekayaan harta, lalu sepenuhnya memahami bahagia sungguh bukan semata bersumber darinya. Kadang untuk merasakan betapa sawah, kampung, kota dan udara Indonesia itu istimewa, kita harus menjelajahi penjuru-penjuru dunia, menelusuri kota-kota, budaya dan udara yang berbeda, lalu bergumam tidak ada yang sama seperti merah putih nusantara. Status ini bukan tentang prestasi, kaya lalu keliling dunia, tapi lebih kepada menasehati diri sendiri untuk berusaha menggapai langit-langit mimpi sekuat diri, doa dan hati. Keindahan mengamati dan merasai sering datang setelah perjuangan dan pengalaman menuju tempat yang tinggi. aishasadja. 28 Juni 2014 

Posted Jun 27, 14

Ketika pulang kampus berjalan kaki, saya beberapa kali berpapasan dengan mahasiswa2 yang terkenal bandel di kampus mengendarai motor, lalu mereka menunduk penuh adab sehingga saya tersenyum ceria. Karena hal itu saja saya sering dibuat bahagia keterlaluan. Kadang setelah hampir 5 menit berlalu, saya mendapati mereka berbalik arah melintas jalan lalu terburu-buru menyusul saya sambil berkata, ibu mau kemana, ayo saya anterin. Ah, seandainya kalian juga sebersemangat itu belajar, bahagia saya pasti akan semakin keterlaluan. Di sisi lain, Momen tersebut mengingatkan saya pada satu tulisan yang menyebutkan bahwa berjalan kaki atau paling tidak bersepada ontel memang lebih mampu menciptakan pengalaman visual, spasial bahkan emosional yang lebih detail dan mendalam bagi manusia sebagai bagian dari lingkungan binaan. Aktivitas berjalan yang menjadikan orang bergerak lebih lambat membuat detail-detail elemen dan struktur lingkungan binaan dapat dipreteli dan dikenali. Bayangkan, misalnya saja untuk perjalan dari rumah ke kampus, jika menggunakan kendaraan bermotor mungkin saya telah melewati sekitar 3 toko kelontongan, 4 warung nasi, 1 tukang tambal ban & bensin eceran, 1 kios pulsa serta 2 fotokopian. Kesemuanya adalah berbagai varian sektor usaha mikro yang saat ini semakin tergerus oleh waralaba ‘selamat datang selamat berbelanja’. Belum lagi dengan berjalan kaki, saya jadi mengetahui betapa buruknya sistem drainase kota di sempadan jalan. Oleh itu, bukan tidak mungkin, pengadaan dan atau revitalisasi pedestrian ways selain dapat menstimulus orang hidup sehat dengan berjalan, mengurangi polusi udara, merangsang pertumbuhan dan perbaikan fasilitas publik, juga membantu mempertahankan serta meningkatkan sektor usaha mikro. *curcol pejalan kaki yang seling kepetengan dan kebanjiran.

Posted Jun 26, 14

Dreaming to go traveling to silent place, forgetting camera. Kiss the sky and fly high with you.

aishasadja

Posted Jun 5, 14

Semoga sampai Mekah, Turki dan Jepang.

Posted Jun 3, 14

Yang paling kukhawatirkan adalah penjagaan untuk lisanku lalu hatiku.

Posted Jun 3, 14

Online Users